Tuesday, March 30, 2010

Aniaya 4 Bocah 3 Anggota Kostrad Diperiksa Provos

Jakarta - Buntut penganiayaan 4 bocah, 3 anggota Kostrad Divisi I Cilodong bagian peralatan diperiksa oleh provost. Tidak tertutup kemungkinan, kasus ini juga dilimpahkan ke POM TNI.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Kostrad, Letkol Inf Husni, saat dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa (30/3/2010).

"Tiga orang sudah diproses di provost. Ya nanti kalau perli dibawa ke POM," ujar Husni.

Husni menuturkan, kasus pemukulan tersebut terjadi pada Minggu 28 Maret, sekitar pukul 01.00 WIB. Keempat bocah tersebut kedapatan memasuki perumahan Detasemen Peralatan Kostrad Divisi I Cilodong, Depok, Jawa Barat.

"Anggota yang curiga pun kemudian bertanya. Ya mungkin karena sesuatu hal, di situ terjadi pemukulan. Tapi bukan oleh anggota Kostrad saja, tapi juga warga lainnya," ujar Husni.

Menurut Husni, sebenarnya kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Sukmajaya. Karena itu, sambung Husni, dirinya heran mengapa kasus ini ramai kembali.

"Kita akan perjelas kasus ini. Kita juga nanti akan minta keterangan dari para korban," tutur Husni.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota Kostrad Divisi I Cilodong melakukan penganiayaan terhadap 4 bocah laki-laki. Keempat remaja itu masing-masing, Topik (14), Ucok (10), Yusuf (14), dan Yana (14). Mereka dituding telah mencuri sepeda salah satu anggota Kostrad tersebut. Namun tuduhan tersebut tidak terbukti.

sumber : detik news

Markus Pajak Rp 25 Miliar Dirjen Pajak Kecewa Bambang Heru Soal Teleconference

Jakarta - Dirjen Pajak Mochammad Tjiptardjo kecewa dengan langkah Direktur Keberatan dan Banding Bambang Heru yang menggelar jumpa pers lewat teleconference. Padahal Tjiptardjo sudah memfasilitasi jumpa pers untuk atasan Gayus Tambunan itu.

"Saya kecewa. Saya merasa memfasilitasi. Saya tahu keinginan Anda-anda bagaimana, makanya kita bikin jumpa pers," cetus ujar Tjiptardjo di kantornya, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2010).

Menurutnya, memang hak seseorang untuk menolak berbicara kepada media. Namun semestinya Bambang memberi tahu alasannya menolak jumpa pers dan malah hanya menawarkan teleconference.

"Suatu saat itu akan menunjukkan kenapa kok dia nggak mau," imbuh Tjiptardjo.

Pada Senin (29/3) kemarin, Ditjen Pajak sudah mengagendakan jumpa pers dengan Bambang Heru. Namun Bambang malah menawarkan teleconference. Padahal Bambang masih berada satu gedung dengan para wartawan. Wartawan pun memboikot Bambang atas sikapnya itu.

Bambang Heru dan empat pejabat Kasubdit Direktorat Keberatan dan Banding serta Kepala Seksi telah dinonaktifan dari jabatannya.

sumber : detik news

Jelang Kongres PD Calon Ketum PD Diminta Tidak Menjilat SBY

Jakarta - Para calon Ketua Umum Partai Demokrat (PD) diminta tidak mengaku-ngaku dekat dengan Presiden SBY maupun keluarga Cikeas. Mereka pun diminta tidak menjilat SBY dan keluarganya untuk memuluskan jalan menjadi yang nomor satu di partai pemenang Pemilu 2009 ini.

"Seperti Andi Mallarangeng kemarin bilang paling mengerti hati SBY. Apa maksudnya," kata pengamat politik J Kristiadi usai acara Simposium Nasional Pertahanan di kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (30/3/2010).

Menurut pengamat politik CSIS ini, seharusnya dalam berkampanye, bukan kedekatan kepada SBY yang diperlihatkan. Tapi justru kepedulian mereka kepada rakyat.

"Kenapa tidak bilang saja saya yang dekat dengan rakyat, bukannya saya yang paling dekat dengan SBY," tanya Kristiadi.

Dia pun meminta agar SBY dan Demokrat konsisten agar tidak memilih menteri sebagai ketua Partai Demokrat. "SBY harus konsisten saat kampanye Pemilu 2009 lalu di mana tidak ada menteri atau pun pejabat yang menjadi ketua umum Partai Demokrat," pungkasnya.

sumber :detik news

Anak Gajah Terlantar di Areal Ladang Warga Bengkalis Riau

Pekanbaru - Seekor anak gajah ditemukan warga dengan kondisi lemas dengan bekas luka di tubuhnya. Kini gajah malang itu ditampung di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) di Minas, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Besar Koservasi Sumber Daya Alama (BBKSDA) Riau, T Danis Woro, saat dihubungi detikcom, Selasa (30/03/2010).

Danis menjelaskan, anak gajah yang diperkirakan usia 1 tahun ditemukan warga di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Saat ditemukan, hewan tersebut tergeletak lemas di tengah semak belukar.

"Gajah ini ditemukan warga kemarin sore. Saat ini gajah itu sudah di PLG. Kita sudah berikan pertolongan dengan memberikan infus dan susu. Tim dokter juga sudah menanganinya," kata Danis.

Bila melihat anak gajah saat ini, kata Danis, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Luka bekas tusukan kayu di bagian kaki kanannya membuat kondisinya melemah. Gajah itu juga tidak mau makan.

"Tadi malam gajah masih mau berteriak, tapi sejak pagi ini anak gajah diam saja, dan tak sanggub untuk berdiri. Kalau kondisinya terus memburuk, bisa tidak terselamatkan," kata Danis.

Menurut Danis, bekas luka yang ada pada anak gajah ini, dipastikan bukan karena ganguan manusia. Tapi mungkin disebabkan tertusuk kayu di dalam hutan. Gajah usia satu tahun, menurut kebiasaan tetap dalam pengawasan induknya.

"Tapi mungkin karena anak gajah ini terluka dan tidak bisa berjalan, makanya ditinggalkan induknya," kata Danis.

Lain hal bila luka gajah ini disebabkan konflik dengan manusia, lanjutnya, maka induk gajah akan melindungi anaknya. Dan apa bila anaknya hilang karena konflik dengan manusia, maka induknya akan tetap mencari anaknya.

"Kami melihatnya ini karena faktor alami saja, sehingga induknya merelakan anaknya ditinggal karena tidak bisa berjalan," kata Danis.

sumber : detikNews

Kronologis Penangkapan Hakim IB & Pengacara AS Versi KPK

Jakarta - Hakim IB dan pengacara AS meninggalkan PT TUN Cikini dengan mobil yang berbeda. Mereka melakukan transaksi di pinggir sungai, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Keduanya lalu dibekuk KPK.

Kabiro KPK Johan Budi memaparkan kronologis penangkapan hakim IB dan pengacara AS dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2010).

Sekitar pukul 09.30 WIB, hakim IB dan pengacara AS keluar dari PT TUN Cikini. Mereka meluncur dengan mobil yang berbeda. Sang hakim mengendarai mobil Toyota Kijang Innova dan pengacara mengendarai Honda Jazz.

Di tengah jalan, terjadi transaksi dengan mobil yang berbeda di Jalan Mardani Raya, Cempaka Putih Barat. "Itu di pinggir sungai," kata Johan.

Kemudian, KPK menangkap tangan. KPK menemukan bungkusan plastik berisi uang Rp 300 juta, HP yang sedang diperiksa dan mobil.

Pukul 12.15 WIB, hakim IB dan pengacara AS dibawa ke KPK untuk pemeriksaan. "Perkara belum bisa disampaikan, masih proses pemeriksaan. Kita takut ada upaya menghilangkan barang bukti," ujar Johan.





sumber :- detikNews

Waduk Jatiluhur Dibuka, Karawang Barat Terendam Banjir Kiriman

Jakarta - Intensitas hujan yang tinggi di kawasan Bandung mengakibatkan daerah kawasan Karawang Barat mengalami banjir. Sebagian perumahan yang berada di sepanjang sungai Citarum turut terendam air akibat waduk Jatiluhur dibuka.

"Untuk kali ini banjirnya sudah parah. Perumahan-perumahan di sepanjang jalur Sungai Citarum, seperti perumahan Bintang Alam yang biasanya air hanya seperut, kini tambah parah sampai rumahnya nggak bisa lagi ditempati," kata salah seorang warga Karawang Barat, Siwi, saat dihubungi detikcom, Senin (22/03/2010).

Lebih lanjut ia mengatakan, kemungkinan genangan air yang melanda Karawang, akibat dibukanya pintu air waduk Jatiluhur yang tidak mampu menampung air akibat intensitas hujan di Bandung yang sangat tinggi. "Mungkin karena di Bandung hujan terus, jadi pintu air Jatiluhur dibuka. Tinggi minimal air di Jatiluhur 107 meter dan sekarang mencapai 108,25 meter, makanya kawasan yang terendam semakin meluas," ujarnya.

Sejak sore ini, keadaan air di Karawang Barat semakin tinggi. Perumahan Galuh Mas ketinggian air mencapai sepaha, beberapa juga mulai mengungsi kerumah kerabat terdekat.

Warga lainnya, Hermawan mengatakan, akiabt dibukanya waduk Jatiluhur, banjir yang menerjang Karawang semakin parah. "Sebelum dibuka seperut, sekarang sudah setinggi atap rumah," katanya.

Akibat banjir ini sejumlah ruas jalan besar di kota Karawang mengalami kemacetan. Sejumlah jalan tergenang air.

sumber :detik news

Tingkat Produksi Optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
1.Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3.Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.

D.Penentuan Volume Produksi yang Optimal dengan Metode
Economic Production Quantity (EPQ)

Persediaan produk dalam suatu perusahaan berkaitan dengan volume produksi dan besarnya permintaan pasar. Perusahaan harus mempunyai kebijakan untuk menentukan volume produksi dengan disesuaikan besarnya permintaan pasar agar jumlah persediaan pada tingkat biaya minimal. Menurut Yamit (2002), permasalahan itu dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ). Metode EPQ dimaksudkan untuk menentukan besarnya volume produksi yang optimal, dalam artian cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai berikut:
a.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
b.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Menurut Handoko (2002), biaya persiapan produksi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum produksi berlangsung. Biaya ini timbul karena perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang akan digunakan. Biaya ini terdiri dari : (1) biaya mesin-mesin menganggur, (2) biaya persiapan tenaga kerja langsung, (3) biaya scheduling, (4) biaya ekspedisi dan sebagainya.
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
a.Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
b.Biaya modal (opportunity cost of capital)
c.Biaya keusangan
d.Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
e.Biaya asuransi persediaan
f.Biaya pajak persediaan
g.Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
h.Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Kedua jenis biaya tersebut mempunyai hubungan dengan tingkat persediaan. Biaya persiapan produksi berbanding terbalik dengan tingkat persediaan. Biaya penyimpanan berbanding lurus dengan tingkat persediaan (Siagian, 1997). Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk persiapan produksi, tingkat persediaan semakin kecil dan sebaliknya. Bila biaya penyimpanan semakin besar, tingkat persediaan semakin besar atau sebaliknya.

sumber : yprawira01.blogspot.com