Monday, May 9, 2011

tempat nongkrong favorit

Berbicara roti bakar, rasanya kurang klop kalau belum mencoba Roti Bakar Edi. Dengan format warung tenda, tempat makan yang berada di seberang Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Pusat ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Sejak buka pukul enam sore sampai menjelang tutup pukul tiga pagi, 30 puluh buah meja dengan sekitar 200 bangku di tempat ini seakan tidak mampu menampung pembeli yang datang silih berganti. "Bahkan kalau malam minggu pembeli yang datang harus rela antri untuk bisa mendapatkan bangku," tutur Edi Supardi, pendiri Roti Bakar Edi.

Tempat Nongkrong Favorit
Dengan nuansa terbuka, suasana makan di tempat ini memang terasa nyaman. Lahan yang digunakan untuk membuka tenda ini dinaungi pohon-pohon besar sehingga suasananya terasa adem. Sangat pas jika dipakai untuk tempat kongkow. Selain berniat mengisi perut, banyak juga pengunjung yang datang untuk sekedar menghabiskan malam bersama teman, pasangan, atau keluarga. "Banyak pengunjung yang ingin menghabiskan malam di sini, apalagi jika malam Minggu, banyak anak-anak muda yang datang ke tempat ini untuk cuci mata," kata Edi. Kata-kata Edi tadi ada benarnya, karena selain dituju oleh masyarakat umum, pegawai kantoran, atau mahasiswa, tempat itu juga kerap menjadi arena nongkrong sejumlah selebritis.

Selain rasanya yang aduhai, warung tenda Roti Bakar Edi yang sudah berdiri sejak tahun 1971 ini cukup unik memberi nama menu-menunya. Nama-nama menu yang ada di tempat ini tak jauh-jauh dari mesin kendaraan. Sebut saja roti bakar V8 atau roti baker 2 TG. "Menu-menu di sini sengaja saya beri nama mesin mobil, mengingat sebelumnya saya sangat hobi off road," jelas Edi mengenai nama menunya yang terkesan nyentrik itu. Sebagai pelepas dahaga, Anda bisa memesan teh manis, es jeruk, atau lemon tea.

Roti Khusus
Disajikan di piring plastic kecil dan dilengkapi garpu, tampilan Roti Bakar Edi sungguh menggoda selera makan. Soal rasanya, hmmm... maknyuss, meminjam istilah Bondan Winarno sang host acara Wisata Kuliner itu ketika mengekspresikan kelezatan sebuah makanan. Selain rotinya empuk, isinya pun terasa meresap di lidah. Rahasia keempukan Roti Bakar Edi ini terletak pada rotinya yang dibuat khusus oleh sang pemilik. "Soalnya kalau pakai roti tawar biasa, rasanya kurang begitu enak," tutur Edi.

Dari sekian banyak menu roti bakar yang ada, tidak ada menu unggulan di tempat ini. Semua unggulan. Tinggal sesuaikan saja dengan selera Anda. Jika Anda penggemar cokelat dan keju, silakan coba roti bakar "burju" alias tabur keju. Isinya cokelat dengan taburan keju yang sangat banyak di atasnya. Perpaduan roti yang empuk, manisnya cokelat yang "menyengat lidah, dan rasa keju yang gurih sangat memanjakan lidah.

Soal harga? Masih sangat terjangkau. Cukup dengan Rp6.000-Rp9.000 Anda dijamin puas. Oya, selain roti bakar, Anda juga dapat mencicipi pisang bakarnya yang tak kalah mantap. Kini, selain di kawasan Blok M, Roti Bakar Edi juga membuka cabang di Kemang dan Jalan Prapanca.

ROTI BAKAR EDI
Belakang Masjid Agung Al-Azhar, Blok M, Jakarta Selatan.
Telp.: 0812-9523458
Jam buka: 18.00-03.00
Kapasitas tmpt duduk: 200 orang
Kisaran harga: Rp6.000-Rp9.000

Wednesday, March 9, 2011

The Mechanic

Orang mengenal Arthur Bishop (Jason Statham) sebagai The Mechanic. Bukan karena apa tapi karena pria yang satu ini memang benar-benar profesional. Ia bekerja layaknya sebuah mesin yang tak kenal kata salah. Karena itu pula Arthur selalu menjadi yang terbaik di bidangnya. Tapi itu semua berubah saat sebuah kejadian tragis menimpa Arthur.

Arthur adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat berbakat. Membunuh bukan sekedar tugas buat Arthur tapi sudah seperti gaya hidup. Semua target berhasil dihabisi Arthur dan satu yang selalu dipegang Arthur adalah bahwa ia tak pernah melibatkan emosi, apa pun yang terjadi. Suatu ketika, Arthur ditugaskan untuk menghabisi Harry (Donald Sutherland), guru sekaligus partner Arthur, lantaran pembunuh bayaran ini diduga telah membocorkan rahasia organisasi.

Arthur sempat menyesali apa yang ia lakukan dan saat Steve (Ben Foster), putra Harry, muncul dan ingin berguru Arthur pun menerimanya meskipun tanpa persetujuan dari organisasi. Dalam waktu singkat Steve mampu mempelajari seni membunuh yang diajarkan Arthur. Steve pun lantas menjadi asisten Arthur walaupun di balik itu semua sepertinya ada agenda tersembunyi.

Review
Membuat remake adalah salah satu cara paling gampang untuk memastikan sebuah film sukses. Di lain sisi, cara ini juga cara paling berbahaya karena sedikit salah langkah maka bukan keuntungan yang didapat tapi caci-maki para penonton yang kecewa. Sebagai sebuah remake, THE MECHANIC ini bisa dibilang lumayan sukses.

Dari sisi visual, versi baru ini jelas lebih terlihat ‘indah’ ketimbang versi Charles Bronson yang beredar 1972. Paling tidak, aksi laga terlihat lebih memukau sementara tempo pun dijaga pada kecepatan tinggi dan tak mau sedikit pun melambat untuk menarik nafas. Sayangnya, ketegangan yang dibentuk hanya berwujud visual dan tak sampai masuk ke level psikologis.

Skenario pun mengalami beberapa perubahan agar kisah klasik ini jadi lebih relevan dengan situasi modern saat ini namun sayangnya pembentukan karakter sepertinya kurang berimbang. Arthur Bishop jelas mendapatkan porsi lebih besar sementara karakter Steve McKenna terlihat sangat tipis. Bisa jadi ini terjadi karena Jason Statham memang sudah tak asing lagi dengan peran-peran seperti ini. Terlepas dari itu, chemistry di antara Statham dan Foster sepertinya tak bisa terbentuk dengan baik.

Secara umum memang tak ada yang benar-benar baru dari THE MECHANIC. THE AMERICAN yang juga mengangkat tema yang kurang lebih sama jauh lebih berbobot dari film ini namun dari sisi hiburan, THE MECHANIC sepertinya terasa lebih renyah.

( Sumber Kapanlagi.com )

gunadarma.ac.id

Wednesday, February 23, 2011

Komnas HAM Ingatkan Resor di Bintan Bermasalah

Riau - Mantan KaBIN Hendropriyono menyebutkan kalau Presiden SBY akan menghadiri peresmian sebuah resor wisata di Seboklagoi, Pulau Bintan, Kepri. Komnas HAM mengingatkan kalau kawasan ini memiliki masalah dalam pembebasan lahan sejak 1992.

"Obyek wisata Lagoi ini sampai sekarang masih penuh dengan masalah. Persoalan ganti rugi tanah sejak 1992, sampai saat ini belum tuntas," ujar komisioner Komnas HAM Ridha Saleh kepada detikcom, Kamis (24/2/2011).

Ridha menjelaskan 5.000 kepala keluarga dari 10 desa, yang dulu dijadikan kawasan resor, tidak mendapat ganti rugi yang layak sejak 1992. Saat itu PT Buana Mega Wisata PT (BMW), anak perusahaan Salim Grup, hanya memberikan ganti rugi Rp 100 untuk setiap meter tanah yang dibebaskan sejak tahun 1992. Ada 17 ribu meter persegi tanah warga yang dibebaskan perusahaan itu.

Di zaman Orde Baru, warga takut untuk menolak. Campur tangan aparat keamanan saat itu sangat mengitimidasi warga. Hampir setiap hari mereka diteror dan dipaksa menyerahkan lahannya. Jika tidak mau, ada saja oknum aparat yang melepaskan tembakan di sekitar rumahnya.

"Kondisi intimidasi itu membuat warga tidak sanggup melawan," beber Ridha.

Menurut Ridha, baru setelah era Reformasi warga berani mempermasalahkan kasus itu kembali. Tahun 2006 kasus ini dilaporkan ke Komnas HAM. Atas laporan itu, Komnas HAM mempelajari dan tahun 2008, kasus sengeka lahan ini dibawa Komnas HAM ke Komisi II DPR.

"Saat itu, sengketa ini juga tidak bisa diselesaikan pihak DPR," terangnya.

Ridha mengaku Komnas HAM telah bertemu perwakilan masyarakat bersama pemerintah Kabupaten Bintan dan PT BMW untuk mendengarkan tuntutan masyarakat. Tuntutan warga meminta ganti rugi tanah agar ditambah Rp 1.000 permeter.

Tuntutan itu menjadi catatan penting untuk dipelajari semua pihak, termasuk perusahaan dan Komnas HAM untuk sama-sama mencari solusi terbaik sengekta ini.

"Sebab dengan minta tambahan ganti rugi Rp 1.000 permeter itu artinya perusahaan harus menyediakan dana Rp 170 miliar. Tuntutan ini terasa berat bagi pihak perusahaan," terang Ridha.

Jika hal ini tidak disepakati, pihak Komnas HAM akan merekomendasiakan masalah sengketa lahan pada DPR dan presiden,

"Kalau tidak ada kesepakatan, maka kita merekomendasikan agar presiden menyelesaikan sengketa lahan ini. Kita sudah jadwalkan 2 Juni 2011 di Kota Tanjung Pinang, ibukota Kepri," lanjutnya.

Kawasan Terpadu Resor Lagoi itu berdiri di atas tanah 23 ribu meter. 17 Ribu meter di antaranya masih bersengketa. Ada beberapa proyek yang masih terbengkalai dalam kawasan ini.

Tahun 2007 lalu, Menbudpar Jero Wacik secara resmi meletakan batu pertama pembangunan resor ini. Rencananya esok, Jumat (24/2/2011), SBY akan kembali membuka kawasan resor ini. Hal ini disampaikan oleh Hendro dalam acara Gramedia Book Fair di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2) kemarin.

Hendro mengaku dirinya mendapatkan undangan untuk menghadiri acara peresmian proyek pariwisata di Pulau Bintan pada akhri pekan ini. Menurut undangan, disebutkan acara peresmian tersebut akan dihadiri oleh Presiden SBY.

"Saya kaget, karena proyeknya tidak terselesaikan. Warga menolaknya sebab akan ada casino," cetus Hendro.
sumber : detik news.com
gunadarma.ac.id

Sudah Diambil Pemiliknya, Gran Max Ditinggal karena Mogok

Jakarta - Mobil Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 1239 R warna silver yang ditinggal di gerbang Tol Semanggi II sejak Rabu (23/2) malam, sudah diambil pemiliknya. Mobil itu ditinggal pemiliknya karena mogok.

"Mobilnya sudah diambil oleh pemiliknya tadi siang," kata Kepala Siaga Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya AKP Tri Wibowo kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Menurut penuturan petugas derek Polda Metro kepada AKP Tri, mobil itu ditinggal di gerbang tol dalam keadaan kosong sejak Rabu (23/2) malam. Petugas derek kemudian menderek mobil itu pada Kamis pagi.

Hingga Kamis siang, mobil itu baru ada yang mengambilnya. Sang pemilik mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengambil kembali mobilnya.

"Pemiliknya membawa STNK mobilnya," ucapnya.

Menurut Tri, pemilik yang tidak disebut namanya itu meninggalkan mobilnya karena mogok. "Mungkin dia bingung nyari derek, jadi ditinggal saja," jelasnya.

Tri mengimbau masyarakat untuk menghubungi derek Polda Metro Jaya jika mobilnya mogok di tengah jalan. Pelayanan derek Polda Metro gratis, tanpa dipungut biaya.
sumber : detik news.com
gunadarma.ac.id

Pesawat Putra Khadafi Tidak Diizinkan Mendarat di Libanon

Tripoli - Situasi di Libya kian memanas. Di tengah situasi tersebut, beberapa anggota keluarga pemimpin Libya Muammar Khadafi ingin meninggalkan negeri itu untuk pergi ke Libanon. Namun rencana itu gagal. Sebab otoritas Beirut di Libanon menolak memberikan izin mendarat bagi pesawat yang mengangkut rombongan tersebut.

Pesawat tersebut milik salah seorang putra Khadafi, Hannibal Khadafi. Pesawat pribadi itu membawa istri Hannibal, Aline Skaff yang ingin pulang ke tanah kelahirannya, Libanon. Beberapa anggota keluarga Khadafi lainnya juga berada dalam pesawat tersebut.

"Bandara Beirut menerima permintaan dari otoritas Libya agar mengizinkan sebuah pesawat milik keluarga Khadafi yang mengangkut Aline Skaff, istri Hannibal Khadafi serta para penumpang lainnya untuk mendarat," ujar pejabat Libanon seperti dilansir Press TV, Kamis (24/2/2011).

"Libanon menolak permintaan itu," imbuh pejabat yang minta dirahasiakan identitasnya. Dia menolak menjelaskan lebih jauh.

Seorang pejabat pemerintah Libanon mengatakan, jet tersebut dilarang mendarat setelah otoritas Libya menolak memberikan daftar rincian para penumpang pesawat.

Keluarga Khadafi memang tidak disambut di Libanon dikarenakan hilangnya figur terkemuka Syiah, Imam Moussa al-Sadr secara misterius. Selama ini Libanon meyakini bahwa Imam Moussa al-Sadr, pendiri gerakan Amal di Libanon, diculik atas perintah pejabat-pejabat senior Libya ketika dalam perjalanan resmi ke Libya pada Agustus 1978 silam.

Disertai dua pembantunya, Mohammed Yaqoub dan Abbas Badreddin, Sadr tadinya dijadwalkan bertemu dengan pejabat-pejabat rezim Khadafi ketika mereka hilang secara misterius. Berita mengenai Sadr simpang-siur. Ada yang menyebut Sadr tewas di Libya, namun ada pula yang menyebut dia masih hidup.

Pada tahun 2008, pemerintah Beirut mengeluarkan perintah penangkapan Khadafi atas hilangnya Sadr. Namun rezim Libya berulang kali membantah terlibat dalam hilangnya Sadr.

Pemerintah Libya mengklaim bahwa Sadr dan dua pembantunya telah meninggalkan Libya dalam keadaan baik dengan menaiki pesawat bertujuan Italia. Namun pemerintah Italia membantah klaim tersebut.

sumber : detik news.com
gunadarma.ac.id

Dukung Angket Mafia Pajak, Gus Choi Pamerkan SMS dari Jenderal Aktif

Jakarta - Effendy Choirie alias Gus Choi tidak menyesali tindakannya yang beda pendapat dengan partainya terkait angket mafia pajak. Dia bangga banyak orang mendukung langkahnya, termasuk seorang jenderal aktif.

Dukungan jenderal aktif kepada Gus Choi diberikan melalui pesan singkat. "Saya mendapatkan SMS dukungan banyak sekali dari Sabang sampai Merauke, PKB non PKB. Semua mendukung langkah saya, bahkan ada jenderal aktif yang SMS saya mendukung sikap saya kemarin," ujar Gus Choi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Kepada wartawan, Gus Choi pun memamerkan SMS dukungan dari sang jenderal. Apa isinya? "Di tengah orang-orang yang dikirim menjadi bebeknya SBY termasuk PKB masih ada yang tidak mau menjadi bebek, dialah Choi," Gus Choi membacakan SMS jenderal itu.

Pria asal Gresik,Jawa Timur ini, lantas membalas SMS sang jenderal dengan kata-kata khas celetukan tokoh PKB, Gus Dur. "Gitu aja kok repot."

Dia enggan membuka identitas sang jenderal. Hanya saja ketika ditanya apakah jenderal itu adalah rekan kerjanya, Gus Choi membenarkan.

Tidak hanya itu, Gus Choi juga membacakan penggalan SMS dari seseorang yang berasal dari Padang. Orang yang bukan kader PKB itu juga mendukung langkah Gus Choi.

"Berdiri tegak di atas badai. Di saat Indonesia banyak pencuri dan mafia, kamuflase banyak di DPR dan juga argumentasi di DPR, tapi masih ada sekian banyak yang membela kebenaran," ucap dia membacakan isi SMS.

Atas sikap politiknya itu, Gus Choi merasa bangga. Dia lantas terkenang saat dirinya tidak hadir dalam pengambilan keputusan hak angket paripurna kasus Bank Century. Kala itu, Gus Choi sangat menyesal tidak ikut mendukung hak angket Bank Century karena toleransi terhadap Fraksi PKB.

"Waktu hak angket Century saya nangis terusan-terusan di kamar, hanya karena saya toleransi terhadap fraksi. Saya tidak ikut memutuskan hak angket Century," tutur Gus Choi.

Atas apa yang dilakukannya saat sidang paripurna hak angket mafia pajak Selasa (22/2) lalu, Gus Choi mengaku mendapat semprotan dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Meski demikian, Gus Choi mengaku tidak gentar.

"Kemarin meskipun saya dicaci maki Cak Imin, saya tidak gentar, tidak takut, justru saya bahagia. Meskipun akan hilang ke-DPR-an saya. Tapi menurut saya ini adalah suara yang benar. Rakyat pasti tahu siapa yang benar," kata Gus Choi.

Gus Choi bersama Lily Wahid dan Partai Golkar, PKS, PDIP serta Hanura menyatakan menerima angket mafia pajak. Suara orang yang menerima tercatat 264 suara. Sedangkan fraksi asal Gus Choi, PKB, bersama dengan Demokrat, PAN, PPP dan Gerindra menolak angket dengan perolehan suara 266 suara atau dua suara lebih banyak.

sumber : detik news.com
gunadarma.ac.id

Polri akan Panggil Pegawai Ditjen Pajak yang Punya Rekening Mencurigakan

Jakarta - Mabes Polri masih menyelidiki 42 rekening mencurigakan milik pegawai Ditjen Pajak yang dilaporkan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Polri berencana akan memanggil para pemilik rekening itu.

"Semua masih didalami. Kan harus ada klarifikasi, masing-masing beda-beda," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (24/2/2011).

Ito tidak menjelaskan kapan pemanggilan para pegawai Ditjen Pajak itu dilakukan. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap LHA itu.

"Kan prosedurnya kan sudah ada. Nanti kita ikutin prosedurnya," jelasnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, PPATK menyebut adanya transaksi mencurigakan milik pegawai Ditjen Pajak. Bahkan ada salah satu transaksi pegawai yang mencapai Rp 27 miliar.

sumber : detik news.com
gunadarma.ac.id